Rakor Percepatan Pembangunan Desa, DPMD Kukar Usulkan Kukar Jadi Pilot Project Pelaksanaan Desa Tematik
(Kadis DPMD Kukar Arianto saat menghadiri rapat teknis perceptan pembangunan desa/pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai
Kartanegara (Kukar) mendorong percepatan pembangunan desa melalui sinergi
lintas sektor dan implementasi program tematik.
Hal tersebut dibahas pasa
Rapat Teknis Percepatan Pembangunan Desa 2025 ini digelar di Samarinda, pada
Selasa (17/06/2025). Dan diikuti oleh 80 peserta dari organisasi perangkat
daerah (OPD) Provinsi Kalimantan Timur dan tujuh kabupaten/kota se-Kaltim.
Saat dikonfirmasi awak
media pada Kamis (19/06/2025). Kepala Dinas (Kadis) DPMD Kukar Arianto
mengatakan rapat teknis tersebut membahas strategi percepatan pembangunan desa
melalui sembilan program tematik.
Ia menyebutkan dalam rapat
tersebut membahas sembilan program tematik beberapa di antaranya mencakup Desa
Digital, Desa Wisata, Desa Ekspor, Desa Ramah Lingkungan, hingga Desa Ramah
Perempuan dan Anak, hingga BUMDES.
“Selain membahas program -
program percepatan pembangunan desa. Di forum ini juga menyoroti pentingnya
kolaborasi lintas sektor. Hingga pemutakhiran data desa sebagai dasar
pengambilan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan tepat
sasaran,” jelas Arianto.
Menurut Arianto rapat ini
juga menjadi momen strategis untuk menyamakan persepsi lintas daerah terkait
arah kebijakan pembangunan desa.
“Khusus untuk Kukar,
sebagian program tematik sudah masuk dalam rencana kerja kami dan ini merupakan
hal yang baik," ujarnya.
Arianto mengungkapkan
salah satu isu strategis yang juga dibahas adalah pemerataan akses listrik di
desa dan kelurahan di Kalimantan Timur.
“Rapat intinya disampaikan
secara detail berkaitan dengan bagaimana cakupan pemenuhan listrik oleh PLN di
seribu 1.038 desa kelurahan, jadi desa-desa yang belum itu akan dituntaskan
hingga 2027 baik yang pakai jaringan PLN maupun jaringan komunal,” kata
Arianto.
Kadis DPMD Kukar tersebut
juga mengaku pihaknya mulai memetakan peran dan penganggaran daerah dalam
mendukung implementasi program desa tematik, terutama sebagai langkah awal
menuju pelaksanaan di tahun 2026.
"Kami juga telah
memetakan peran kabupaten dalam penganggaran tahun 2026, termasuk mengusulkan
agar bantuan dari provinsi diarahkan ke program desa tematik dan desa ketahanan
pangan,” ungkapnya.
“Hal ini sejalan dengan
ditunjuknya Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai perwakilan dalam program
ketahanan pangan. Semoga usulan ini dapat terealisasi dengan baik,” tambah
Arianto.
Dirinya juga berharap
bantuan keuangan dari Pemprov Kaltim agar bisa diarahkan untuk mendukung
program-program tersebut.
Selain itu Arianto juga
mengusulkan agar Kutai Kartanegara dijadikan sebagai proyek percontohan (pilot
project) pelaksanaan desa tematik.
Dirinya menilai Kukar
memiliki pengalaman dan potensi, terutama karena sebelumnya telah ditetapkan
sebagai kabupaten model dalam program ketahanan pangan nasional.
Arianto juga berharap melalui rakor ini dapat diketahui
bersama hal-hal yang bisa dikerjakan di seluruh desa yang ada Kaltim terutama
desa-desa di Kuka. (Adv/Tan)